News Uncategorized

MENGENAL PENYAKIT LEUKIMIA

Leukimia merupakan jenis kanker darah yang bermula di sumsum tulang dan kemudian menyerang darah. Leukemia terjadi ketika sel-sel di sumsum tulang tidak berkembang dengan normal. Berbeda dari sel darah putih normal yang akan mati, sel leukemia terus hidup, tetapi tidak membantu tubuh melawan infeksi dan malah menekan perkembangan sel-sel darah lain. Penyakit ini bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, limpa, otak, sumsum tulang belakang, atau testis

Bila jumlahnya makin bertambah, sel-sel leukemia akan masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lain, kemudian menghalangi sel-sel normal di dalam tubuh untuk berfungsi normal.

Sel kanker leukemia bisa berkembang dengan sangat cepat dan lambat. Jenis leukemia yang berkembang secara lambat, atau disebut leukemia kronis, pengobatan umumnya belum diperlukan, terutama bila pasien tidak merasakan gejala leukemia apapun. Namun, bagi pasien leukemia akut yang berkembang dengan cepat dan mengalami gejala, penanganan secara medis sangat dibutuhkan. 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan leukimia kronis dan leukimia akut :

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia limfositik kronis, yaitu:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Memiliki keluarga yang menderita kanker darah
  • Sering terpapar bahan kimia tertentu, seperti herbisida atau insektisida
  • Menderita penyakit yang mengakibatkan kadar limfosit tinggi, seperti monoclonal B-cell lymphocytosis

Ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia mieloblastik akut, yaitu:

  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Merokok
  • Sering terpapar bahan kimia berbahaya, seperti benzena
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena baru menjalani transplantasi organ
  • Menderita kelainan darah, seperti sindrom mielodisplasia dan trombositosis
  • Menderita kelainan genetik, misalnya sindrom Down
  • Memiliki riwayat LMA dalam keluarga
  • Pernah menjalani kemoterapi dan radioterapi sebelumnya

Ciri-Ciri dan Gejala Leukemia

Kebanyakan penyakit leukemia tidak menimbulkan tanda-tanda. Gejala baru muncul ketika sel kanker sudah semakin banyak dan mulai menyerang sel tubuh. Gejala yang muncul pun bervariasi, tergantung jenis leukemia yang diderita. Namun, secara umum ciri-ciri penderita leukemia yaitu :

  • Demam dan menggigil
  • Tubuh terasa lelah dan rasa lelah tidak hilang meski sudah beristirahat
  • Berat badan tubuh drastis 
  • Gejala anemia
  • Bintik merah pada kulit
  • Mimisan
  • Tubuh mudah memar
  • Keringan berlebihan (terutama pada malam hari)
  • Mudah terkena infeksi
  • Muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Perut terasa tidak nyaman akibat organ hati dan limpa membengkak

Pengobatan Leukemia Limfositik Kronis

Pengobatan leukemia limfositik kronis akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Jika masih tergolong ringan dan tidak menimbulkan gejala, penanganan intensif tidak diperlukan. Namun, pasien tetap harus memeriksakan diri secara berkala ke dokter onkologi dan menjalani tes darah agar kondisinya selalu terpantau.

Penanganan intensif akan diberikan ketika muncul gejala atau kondisi pasien sudah memburuk. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:

  • Kemoterapi
    Kemoterapi adalah pemberian obat, baik melalui suntikan maupun diminum, untuk membunuh sel kanker. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal, seperti chlorambucil atau fludarabine, atau kombinasi dari beberapa obat.
  • Terapi target
    Terapi target juga dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Namun, obat yang diberikan dalam terapi ini berfungsi untuk menghambat protein yang digunakan sel kanker untuk bertahan dan berkembang. Contoh obat yang digunakan pada terapi ini yakni rituximab.
  • Transplantasi sumsum tulang
    Metode ini dilakukan dengan mengganti sel sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang sehat sendiri atau dari pendonor. Sebelum transplantasi sumsum tulang atau sel induk, pasien harus menjalani kemoterapi terlebih dahulu 1–2 minggu sebelumnya.

Pencegahan Leukemia Mieloblastik Akut

Mengingat penyebabnya belum diketahui secara pasti, leukemia mieloblastik akut sulit untuk dicegah. Akan tetapi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Berhenti merokok
  • Menghindari paparan bahan kimia berbahaya, seperti benzena, fomalin, dan pestisida
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk membatasi paparan, jika Anda bekerja di lingkungan yang rentan terhadap paparan bahan kimia
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengelola stres dengan baik

Baca Selengkapnya : Mengapa Kesehatan Jantung Perlu Diperhartikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.