News Tips Uncategorized

Mengenal Penyakit Muntaber

Muntaber adalah peradangan/infeksi di dinding saluran pencernaan, khususnya lambung dan usus yang kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala berupa mual, muntah, dan diare yang disebabkan oleh virus,bakteri maupun parasit.

 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Meski pada dasarnya tak membahayakan, kondisi ini bisa menjadi fatal akibatnya jika menyerang orang-orang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya, bayi, dan orang yang sudah lanjut usia.

 

Gejala – gejala yang dirasakan :

 

Gejala utama muntaber atau gastroenteritis adalah diare, serta mual dan muntah, yang muncul 1–3 hari setelah terinfeksi. Gejala umumnya akan berlangsung selama 1–2 hari, tetapi bisa juga hingga 14 hari.

 

Penderita muntaber juga dapat mengalami gejala lain, seperti:

 

  • Sakit atau kram perut
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Demam

 

 

 

 

Baca Juga : Penyebab Nyeri Haid dan Cara Mengatasinya

 

 

 

Adapun gejala pada anak yaitu : 

 

  • Anak terlihat rewel atau sangat lemas
  • Mata terlihat cekung
  • Pada bayi, ubun-ubunnya terlihat cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Air seni berwarna kuning pekat
  • Buang air kecil terakhir lebih dari 4 jam sebelumnya

 

Cara mengobati muntaber :

 

  1. Minum air yang banyak
  2. Minum oralit
  3. Tingkatkan asupan karbohidrat
  4. Istirahatlah yang cukup
  5. Minum obat sesuai resep dokter

 

Obat alami untuk mengatasi muntaber :

 

  1. Jahe 
  2. Mint
  3. Chamomile
  4. Yoghurt
  5. Pisang
  6. Air tajin
  7. Bawang putih
  8. Kayu manis

 

Cara mencegah muntaber : 

 

  1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok bayi
  3. Membatasi kontak langsung dengan penderika muntaber
  4. Minum air putih yang banyak
  5. Istirahat yang cukup
  6. Makanan makanan yang sehat dan bergizi
  7. Vaksinasi muntaber
  8. Simpan makanan atau minuman di tempat yang bersih

 

Berhidup sehatlah agar memiliki tubuh yang sehat, karena tidak ada orang yang ingin sakit. Selagi kita masih bisa menjaga dan mencegahnya sebaiknya berhati hati lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.